Satreskrim Polres Kuansing Tangkap Dua Pelaku Judi Online Higgs Domino

Teluk Kuantan, Mutiara-Indonesia.com – SatReskrim Polres Kuantan Singingi tangkap pelaku tindak pidana perjudian online jenis chip Higgs Domino. Dua orang Pria berinisial F (29) dan RP (18) ditangkap di Ponsel Caca Lingkungan III Sinambek Kelurahan Sungai Jering Kecamatan Kuantan Tengah, Kabupaten Kuantan singingi, Kamis (31/08/2023) sekira pukul 20.00 WIB.

Kapolres Kuansing AKBP Pangucap Priyo Soegito, melalui Kasat Reskrim Polres Kuansing AKP Linter Sihaloho, Jumat (1/9) membenarkan penangkapan terhadap tersangka F dan RP tersebut.

AKP Linter Sihaloho menjelaskan penangkapan bermula Kamis (31/8) pukul 19.00 WIB, Tim Opsnal Polres Kuansing mendapat informasi dari masyarakat bahwa adanya permainan perjudian online chip Higgs Domino di salah satu kedai yang terletak di ponsel caca Lingkungan III Sinambek Kelurahan Sungai Jering Kecamatan Kuantan Tengah Kabupaten Kuantan Singingi. Selanjutnya Kasat Reskrim memerintahkan Opsnal Satreskrim Polres kuansing untuk melakukan penangkapan terhadap diduga pelaku. Setelah itu Tim Opsnal Polres Kuansing langsung melakukan briefing dan memastikan keberadaan diduga pelaku perjudian online jenis higgh domino tersebut.

Selanjutnya Tim Opsnal Polres Kuansing langsung bergerak menuju TKP dan sekira jam 20.00 WIB sesampainya di salah satu warung atau kedai yang dimaksud lalu salah satu Tim Opsnal Sat Reskrim mendekati yang diduga pelaku dan melakukan penangkapan terhadap 2 (dua) orang laki-laki F (29) dan RP (18) karena diduga telah melakukan dugaan tindak pidana perjudian. Bersamaan dengan tersangka tersebut turut diamankan uang sebanyak Rp. 2.065.000 (dua juta enam puluh lima ribu rupiah), 1 (satu) unit handphone merk vivo merah dan 1 (satu) buah buku rekapan penjualan chip higgh domino, selanjutnya tersangka bersama barang bukti dibawa ke Polres Kuantan Singingi untuk diproses lebih lanjut.

‚ÄúKepada kedua tersangka dikenakan Pasal 303 ayat (1) ke 1, 2 KUHP Jo pasal 45 ayat (2) Jo pasal 27 ayat (2) Undang-Undang Nomor 19 tahun 2016 tentang perubahan atas Undang-Undang Nomor 11 tahun 2008 tentang informasi dan transaksi elektronik dengan ancaman pidana maksimal 10 tahun penjara,” tutup AKP Linter.

"Selamat Datang di MUTIARA INDONESIA , Berita akurat fakta dan terdepan"

Scroll to Top